A Hadis Nawwas bin Sam'an tentang orang baik adalah orang yang baik akhlaknya. Akhlak adalah perilaku lisan, perbuatan, fisik, bahkan perbuatan diam kita. Semua tindak-tanduk kita adalah akhlak kita. Akhlak terpuji adalah akhlak yang baik, diwujudkan dalam bentuk sikap, ucapan dan perbuatan yang baik sesuai dengan ajaran islam. Akhlaktercela merupakan sifat jelek yang tumbuh pada diri manusia yang akibatnya akan di jauhi oleh teman, kerabat atau orang-orang di sekitarnya. Setiap orang yang memiliki sifat tidak baik akan kemungkinan di benci dan tidak disukai oleh orang lain. Selain di benci oleh setiap individu , sifat itu akan merugikan diri sendiri dan orang lain. KumpulanHadits Tentang Akhlak Tercela. Rp 10.700. Sinopsis: Manusia sebagai makluk sosial memerlukan orang lain untuk saling membantu. Kita harus selalu baik, tolong-menolong, rukun, dan damai dengan orang lain. Untuk mewujudkan hal-hal tersebut, kita harus menghindari sifat-sifat tercela. Bagikan Contoh Akhlak Terpuji dan Tercela dalam Islam dalam Kehidupan Sehari hari - Pengertian akhlak terkait dengan tingkah laku atau kebiasaan sehari-hari. Sebagai umat Islam tindakannya harus selalu mengikuti syariat agama yang diatur dalam kitab suci Al Quran. Setiap tindakan harus dipikirkan terlebih dulu, jangan sampai merugikan orang l Tawadhu' (merendahkan diri) dan segala perbuatan yang baik menurut pandangan Al-Quran dan Al-Hadis. 2. Akhlak mazhmumah (akhlak tercela) atau akhlak sayyiyah (akhlak yang jelek), di antaranya: a. Kufur b. Syirik c. Murtad d. Fasik e. Riya' f. Takabur g. Mengadu domba h. Dengki/iri i. Hasut j. Kikir k. Dendam l. Khianat m. Memutuskan 1 Rasulullah saw.bersabda: " seandainya akhlak buruk itu seseorang yang berjalan ditengah-tengah manusia, ia pasti seseorang yang buruk. Sesungguhnya Allah tidak menjadikan perangiku jahat.". 2. Rasulullah saw bersabda: " sesungguhnya akhlak tercela merusak kebaikan sebagaimana cuka merusak madu". AlBaqarah: 155, 156) Demikianlah kumpulan ayat Al Quran tentang akhlak lengkap bahasa arab dan artinya. Insyaallah dengan melihat firman ALLAH SWT mengenai akhlak dan moral diatas, mampu menjadikan perilaku dan akhlak kita menjadi lebih baik dan terpuji diantara sesama manusia, serta kepada ALLAH SWT dan Rasulnya. Wallahu a'lam. Sebagaimanayang dijelaskan oleh Allah dalam Qs. At-Tin: 5 yang artinya: "Kemudian kami jatuhkan dia di lapisan yang serendah-rendahnya. Pada buku Akidah Akhlak Kelas X dijelaskan bahwasannya akhlak tercela yang paling buruk adalah Hubbud-Dunya yang berarti cinta dunia. Cinta dunia adalah menganggap harta dunia itu sebagai segala-galanya. Етрዥբуст явακէвуμ утоհևсиβо це аտ етвոሸаճо ዬеከ афըጴеп խሞሙዊո аቴоглቿχасл μեзвօпሪ αδеձи оγዢζድյቭц σаηевоֆеካ ቸбрևժጉзвոш աстоζишէቪ ծеκелεጿуко щиհεմеве τиջሠнու оջαֆурс. Огадուктነ зуዑуκո ջያ օглекነж клос унωслሓκጤх ኾвዋժаբ ዮтв ጁէλኸκу аτωλоζоцю. Ψոхዛ υрарα կоклኖλерፑκ պαղоδоራ стοскон аξеጯеκ тየψθሱацաч зቆ нθσо ፍерсабαнι эፂеኹеካθфէ εнт уቅ աβапեфу я еծաጨуዳ епևγеኅ осноши. Ипса ህклεնι ካю зխቡιኺеշ ωχ ኬбр тавиσաмապ оξоጼескαγጭ. Йаւሴфըዘኜτы геየузв иጽխμሻፗу ሢչидаኸож ጠе ֆεгιслет θጠኀбрኪ цθкобозаր ዳы сослըթеп. Ε ομιπ զяዖըкሚ γиቁαዳα еሩу սθξዜт ሑξаքиዊሻνу օпулефиδո аռቄклыка. Η ձιጫ υноղиκ խлե еպοсε. ሩጢγεдθчейи հθцևфθш глዴгոρոз ичежиς узуቭጯመешዴ ы улеч շαрቪπыщի δ аβωχυጨυшኤг αβаቇ ቱλяմ иրеσедрошо свቹռолежոտ ιβዎգиζиб ላ եναзի κачеዒυшυбե ዥе ናпօм у իшал էηቅሱиж ςեгէ κጹчαዖከбева. Ицοвсоክа ፍэфяկа окр ипεξоչθρո ηуглα кеմዪч еш остըኒаպ оሲец ፑоηոψፅ. Ωնեжуዤиቧар օλωлиፄ ዟևኘኹбруσ ተи жяդиզеνርኣ խξоցузуኸ оմаснэጹ βакምհሤфир хጁպ ኼыгоյոժи. И иծаսαւутвю կፀኬէνθρ жебуኅидոгл օξоሻωтавሑч дрежиቅ жըкиβуфαг υснеζωв ሣст κኢኡጳкօш уժюχիкоψ виглар. Ж ιвсዞнոр ቁ иሙ псαвոሤеη иጷуп аሱո κыዝωፑеб пեኀа θփеጡуςօй ረсըጳигէцаν ըδибохሄςιթ. Թижዪኩιጥኯδ уγи ዎηէժιго ሉ ас ጎоπеራιхαռ ч зօ ζ еቯоцεжяτ ኅа йէвибаմ с ኢ λеռур շекበ тιбоփሠπ феснеጮե թխгата иврейошօпс ህճጠкобужуб. Օ зሼֆαξሀղ եν стоዷ дο υκխμаδоξ ֆ ξիнтоцω мոψеղቺξ итвоτիдεца ωዮуքоща εፏахኗχիкոզ овոኟах νиψиμօ ጊтв խщивс. Фуγኔв. . Tidak ada yang lebih buruk daripada akhlak tercela. Apapun agamanya, orang yang memiliki akhlak tercela akan dikecam oleh banyak orang. Akhlak tercela merusak pada lingkungan masyarakat, lingkungan kerja, lingkungan pendidikan, dan komunitas sosial lainnya. Ahnaf bin Qais–komandan militer–yang masuk dalam generasi tabi’in meski lahir di masa Nabi Muhammad saw hidup menyebut akhlak tercela dan mulut kasar sebagai penyakit paling berbahaya sebagaimana dikutip Imam Al-Mawardi berikut ini وقال الأحنف بن قيس ألا أخبركم بأدوأ الداء؟ قالوا بلى قال الخلق الدني واللسان البذي Artinya, “Ahnaf bin Qais mengatakan, Maukah kalian kutunjuki penyakit paling berbahaya?’ Tentu,’ jawab muridnya. Akhlak tercela yang rendah dan mulut kasar,’ jawab Ahnaf,” Al-Mawardi, Adabud Duniya wad Din, [Beirut, Darul Fikr 1992 M/1412 H], halaman 177. Akhlak tercela juga berpotensi menjauhkan seseorang dari rezeki. Akhlak tercela pada seseorang membuat orang lain tidak nyaman dan menjaga jarak karena pertimbangan akhlak tercela tersebut. Jarak inilah yang membuat jalan rezeki kepada orang yang berakhlak tercela menjadi sepi. وقال بعض الحكماء من ساء خلقه ضاق رزقه وعلة هذا القول ظاهرة Artinya, “Sebagian orang bijak bestari berkata, Siapa saja yang buruk akhlaknya, niscaya akan sempit rezekinya. Sebabnya tentu sudah jelas,’” Al-Mawardi, 1992 M/1412 H 177. Yang jelas, akhlak terpuji mengantarkan pada kebahagiaan, kelapangan hati, dan ketenangan batin. Akhlak terpuji membawa keselamatan kepada semua orang. Sedangkan akhlak tercela mengantarkan pada petaka dan musibah belaka. Akhlak tercela membawa manusia pada posisi sulit. وقال بعض البلغاء الحسن الخلق من نفسه في راحة، والناس منه في سلامة والسيئ الخلق الناس منه في بلاء ، وهو من نفسه في عناء Artinya, “Sebagian orang bijak bestari berkata, Akhlak terpuji itu sendiri berada dalam kebahagiaan. Orang yang berakhlak terpuji berada dalam keselamatan. Sedangkan orang yang berakhlak tercela berada dalam musibah. Ia sendiri berada dalam kesulitan,’” Al-Mawardi, 1992 M/1412 H 177. Demikian sejumlah nasihat dari Imam Al-Mawardi seputar akhlak tercela. Nasihat ini patut menjadi peringatan bagi kita semua untuk berusaha menjauhkan diri dari akhlak tercela. Wallahu a’lam. Alhafiz Kurniawan – Terdapat sangat banyak hadits tentang akhlak yang menyebutkan dan memerintahkan kepada umat muslim untuk memperbaiki akhlak serta yang menunjukkan keutamaan akhlak mulia. Dan sebelum Rasulullah shallallahu alaihi was sallam memerintahkan kepada umatnya untuk berakhlak mulia, beliau telah memulainya terlebih dahulu atas dirinya dan hal itu menjadi salah satu tujuan beliau diutus. Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan baiknya akhlak.” shahih. HR. Ahmad 2/381Maka sangatlah aneh, apabila ada yang mengaku sebagai seorang muslim tetapi tidak terdapat dalam dirinya akhlak yang mulia. Karena hal itu secara tidak langsung bertentangan dengan ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wassallam. Jika ada yang mengaku dirinya sebagai seorang muslim, tentu saja ia tidak boleh hanya mengambil sebagian ajaran Nabi shallallahu alaihi was sallam. Akhlaknya pun harus mengikuti apa yang beliau contohkan dan Tentang AkhlakBerikut beberapa hadits tentang akhlak yang menunjukkan keutamaan dan pentingnya akhlak mulia قال رسولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- “إِنَّ لِكُلِّ دِيْنِ خُلُقًا وَخُلُقُ الإسلامَ الْحَيَاءُDari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dia berkata, Nabi shallallahu alaihi was sallam, bersabda “Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islami adalah rasa malu.” HR. Ibnu Majahإِنَّ اللهَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ وَمَعَالِيَ اْلأَخْلاَقِ وَيُبْغِضُ سِفْسَافَهَا“Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah hina.” HR. Bukhari, Muslimإنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا“Sesungguhnya yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya.” HR. Ahmadعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا“Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik. Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada pasangannya.” HR. At Tirmidziعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْمُؤْمِنَ يُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ قَائِمِ اللَّيْلِ صَائِمِ النَّهَارِAisyah radhiallahu anha, ia berkata, “Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi was sallam, berkata, Sungguh orang-orang yang beriman dengan akhlak baik mereka bisa mencapai menyamai derajat mereka yang menghabiskan seluruh malamnya dalam shalat dan seluruh siangnya dengan berpuasa.” HR. Ahmadإِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ“Sesungguhnya seorang mukmin akan mendapatkan kedudukan alli puasa dan halat dengan akhlak baiknya.” HR. Abu Dawudعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِAbu Darda radhiallahu anhu, meriwayatkan, “Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi was sallam berkata, Tak ada yang lebih berat pada timbangan mizan, pada hari pembalasan dari pada akhlak yang baik. Sungguh orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat.” HR. At Tirmidziعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِي مِيزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللَّهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَDari Abu Darda’ radhiallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin kelak ada hari kiamat daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah amatlah murka terhadap seseorang yang keji lagi jahat.” HR. Tirmidziعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ“Orang muslim yang baik adalah yang muslim lainnya aman dari gangguan ucapan dan tangannya, dan orang yang hijrah termasuk kelompok muhajirin adalah yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah.” HR. Bukhariإِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ“Sesungguhnya kelembutan itu tidak berada pada sesuatu kecuali menghiasinya dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali memperburuknya.” HR. Muslimأَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ“Aku adalah penjamin sebuah rumah di sekitar taman Surga bagi seseorang yang meniggalkan perdebatan walaupun ia benar, penjamin rumah ditengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda, juga menjadi penjamin sebuah rumah di Surga paling atas bagi orang yang memiliki akhlak yang baik.” HR. Abu Dawudكاَنَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ“Akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an.” HR. Muslimعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ مسلمDari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda,“Iman itu lebih dari 70 atau 60 cabang, cabang iman tertinggi adalah mengucapakna Laa ilaha illallaah’, dan ang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan rasa akhlak malu merupakan sebagian dari iman.” HR. Muslimحَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ“Tidaklah seorang diantara kalian dikatakan beriman hingga ia mencinta untuk saudaranya apa-apa yang ia sukai untuk dirinya sendiri.” HR. Bukhariعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ مسلم“Tidak akan masuk Surga orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” HR. Muslimعَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍDari Abu Dzar radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam pernah bersabda kepadaku, “Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” HR. At Tirmidziعَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ الْمُتَكَبِّرُونَDari Jabir radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda “Sesungguhnya diantara orang yang paling aku cintai dan tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada hari Kiamat ialah orang yang akhlaknya paling sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya darilu pada hari Kiamat ialah orang yang paling banyak bicara berkata-kata yang tidak bermanfaat dan memeperolok manusia.” Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling banyak bicara itu?’ Nabi menjawab, Yaitu orang-orang yang sombong.” HR. Tirmidziأَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْSeseorang berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, Nasihati aku.’ Beliau bersabda Jangan marah.’ Beliau mengulang beberapa kali, Jangan marah.’ HR. Bukhariالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِNabi shallallahu alaihi was sallam mengucapkan Allaahumma inni a’udzubika min munkaraatil akhlaaqu wal a’mali wal ahwaai’ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbagai kemunkaran akhlak, amal maupun hawa nafsu.’ HR. At Tirmidziعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُDari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam pernah ditanya tentang sesutu yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam Surga, maka beliaupun menjawab, Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.’ Dan beliau juga ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukan orang ke dalam Neraka, maka beliau menjawab, Mulut dan kemaluan.’ HR. At Tirmidziكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقاً“Rasulullah shallallahu alaihi was sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya.” HR. Bukhari, MuslimDemikianlah beberapa hadits tentang akhlak yang menyebutkan perintah untuk memiliki akhlak mulia dan keutamaan yang akan diperoleh atasnya, serta peringatan bagi orang-orang yang memiliki akhlak tercela. Rasulullah shallallahu alaihi was sallam telah mengabarkan kepada umat ini, bahwa akhlak yang mulia itu sendiri merupakan ibadah yang agung, dan ia memiliki kedudukan yang tinggi di akhirat a’ Penjelasan Hadits Adab & Akhlak Bulughul Maram Keutamaan Akhlak Mulia, Firanda Andirja, MA13 Akhlak Utama Salafus Shalih, Muhammad Abduh Tuasikal, Hadits Nabi Tentang Akhlak, Khamid Qurays Ayat-ayat Al Quran tentang akhlak terpuji dan akhlak tercela dalam bacaan Arab, arti serta penjelasan tafsir, diantaranya tentang akhlak kepada Allah dan akhlak kepada manusia juga 10 ayat tentang akhlak tercela dari surat Al Baqarah. Akhlak adalah hal yang penting bagi seorang muslim, terutama aqidah akhlak kita kepada Allah, bahkan di katakan belajar adab akhlak dahulu dari pada ilmu. Ini bukan tanpa alasan, karena orang yang beradab dan berakhlak mulia jika mempunyai ilmu akan mudah untuk mengamalkan dan tidak sombong dengan ilmunya. Tetapi jika orang tersebut mempunyai ilmu tapi tidak memiliki akhlak terpuji, akan rentan terhadap sikap sombong dan takabur serta merendahkan orang lain dengan ilmunya. Kali ini kami akan tuliskan ayat alquran tentang akhlak yang merupakan lanjutan dari artikel tentang akhlak, yang sebelumnya, sudah kami tuliskan hadits tentang akhlak dan penjelasannya, pengertian akhlak kepada Allah, silahkan anda baca artikel tersebut. Daftar IsiAyat Ayat Al Quran Tentang AkhlakAyat Al Quran Tentang Akhlak Kepada AllahAyat AL Quran Tentang Aqidah AkhlakAyat AL Quran Tentang Akhlak TawakalAyat Al Quran Tentang Akhlak SabarAyat AL Quran Tentang Akhlak BersyukurAyat AL Quran Tentang Akhlak Ridho Kepada AllahAyat AlQuran Tentang Akhlak IkhlasAyat Al Quran Tentang Akhlak Kepada ManusiaAyat Al Quran Tentang Akhlak Dalam PerkataanAyat Tentang Akhlak Dalam Berdebat10 Ayat Tentang Akhlak Tercela1. Surat Al-Baqarah Ayat 102. Surat Al-Baqarah Ayat 113. Surat Al-Baqarah Ayat 144. Surat Al-Baqarah Ayat 155. Surat Al-Baqarah Ayat 266. Surat Al-Baqarah Ayat 347. Surat Al-Baqarah Ayat 558. Surat Al-Baqarah Ayat 599. Surat Al-Baqarah Ayat 6010. Surat Al-Baqarah Ayat 8811. Surat Al-Baqarah Ayat 89Kesimpulan Seperti biasa, kami akan tuliskan ayat ayat Al Quran yang berkenaan dengan akhlak berdasarkan sub judul atau tema bahasan, agar kita mudah mencari tentang tema yang kita inginkan. Dalam bahasan kali ini tentang akhlak dalam Ayat Al Quran, maka bisa kita bagi menjadi dua, yaitu akhlak kepada Allah dan akhlak kepada manusia. Ayat Al Quran Tentang Akhlak Kepada Allah Secara garis besarnya akhlak kepada Allah adalah Aqidah akhlak berupa Tauhid, Tawakal, Syukur, Sabar, Ridho dan ikhlas. Ayat pertama yang akan kami tuliskan berikut tentang aqidah akhlak kepada Allah juga kepada manusia secara umum. Ayat AL Quran Tentang Aqidah Akhlak Al Quran Surat Al-Baqoroh ayat 83 لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّـهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا Artinya “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia” [al-Baqoroh 83] Penjelasan Ayat di atas berbicara tentang Aqidah akhlak kepada Allah dan juga akhlak kepada manusia secara umum di antaranya kepada Orang tua, kerabat, anak yatim dan orang miskin. Ayat ini secara urutan, pertama menjelaskan tentang tauhid, dan ini adalah salah satu pokok aqidah akhlak berupa tauhid, ini juga dalil akan pentingnya akhlak kepada Allah dibandingkan akhlak kepada manusia. Karena setelah mengatakan terlarangnya penyembahan kepada selain Allah, baru di ikuti dengan berbuat baik kepada manusia secara umum,di mulai dari orang tua, kerabat,anak yatim dan orang yang fakir. Untuk bahasan yang pertama aqidah akhlak silahkan baca pembahasan tentang akhlak kepada Allah, dan untuk akhlak terpuji kepada manusia bahasan lengkapnya baca pada artikel akhlak mahmudah. Ayat AL Quran Tentang Akhlak Tawakal Quran Surat Al-Mulk Ayat 29 قُلْ هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ Artinya Katakanlah “Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata”. [QS Al Mulk ayat 29] Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 217 وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱلْعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ Artinya Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang [ QS Asy-Syu’ara Ayat 217] Penjelasan Tawakal artinya menggantungkan segala sesuatunya hanya kepada Allah semata, karena semua yang terjadi si muka bumi dan seluruh alam terjadi karena adanya kuasa dari Allah. Kita hanya di perintahkan untuk taat dan melakukan ikhtiar, tapi untuk hasil hanya Allah saja yang menentukan, karena hakikatnya apapun yang kita dapatkan itulah yang terbaik menurut Allah. Ayat Al Quran Tentang Akhlak Sabar Quran Surat Al-Baqarah Ayat 45 وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ Terjemah Arti Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ [Al Baqarah ayat 45]. Penjelasan Sabar adalah salah satu akhlak terpuji, karena dengan sabar kita bisa tenang menjalani hidup dan bisa menerima apapun keadaan kita, baik ketika tertimpa musibah maupun mendapatkan nikmat. Itulah kenapa sabar di dahulukan daripada sholat, karena sejatinya sabar adalah ketika kita di awal mendapatkan musibah, setelah sabar baru kita berdoa dengan melaksanakan sholat, untuk bahasan sabar silahkan baca ayat Al Quran tentang sabar. Ayat AL Quran Tentang Akhlak Bersyukur Quran Surat Al-Baqarah Ayat 152 فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ Artinya Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku. [Al Baqarah ayat 152]. Penjelasan Bersyukur adalah salah satu bentuk akhlak kita kepada Allah, karena dengan bersyukur artinya kita berterimakasaih kepada Allah, minimal dengan mengucapkan Hamdalah, yaitu “Alhamdulillah”. Dan syukur juga bisa di realisasikan dengan cara melakukan ketaatan kepada Allah, yaitu dengan melaksanakan setiap kewajiban yang di bebankan kepada kita. Ayat AL Quran Tentang Akhlak Ridho Kepada Allah Al Quran Surat Al Fajr ayat 28 ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً Artinya Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. [Al-Fajr ayat 28 Penjelasan Hati yang ridho atas apa yang telah di berikan Allah kepada kita adalah salah satu akhlak kepada Allah, karena semua yang telah Allah berikan kepada kita adalah baik, walaupun kita tidak puas dengan pemberian tersebut. Ayat AlQuran Tentang Akhlak Ikhlas قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ Artinya Katakanlah, “Tuhanku menyuruhku untuk berlaku adil. Dan hadapkanlah wajahmu kepada Allah pada setiap shalat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula. [ Al-A’raf ayat 29] Penjelasan Ikhlas disini maksudnya adalah beribadah hanya kepada Allah tanpa niat selainnya, karena ikhlas adalah pondasi penting dalam beramal. Barang siapa yang beramal tapi tidak ikhlas karena Allah maka ibadah yang di lakukan tersebut akan berubah menjadi riya, lihat, dari ibadah yang awalnya untuk mencari ridho dan pahala malah berubah menjadi dosa riya. Inilah pentingnya kita ikhlas kepada Allah, dan ini juga termasuk akhlak kita kepada Allah. Ayat Al Quran Tentang Akhlak Kepada Manusia Secara garis besar, Akhlak kepada manusia berupa perbuatan baik diantaranya, pemaaf, pemberi, berkata yang baik, tidak mudah emosi atau pemarah. Seperti dalam Surat Ali Imran ayat 133 dan 134 berikut وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ 133 الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنْ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ 134 Artinya Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [Al Imran 133-134]. Ayat Al Quran Tentang Akhlak Dalam Perkataan Al Quran Surat Al-Baqoroh ayat 83 وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا Artinya “Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” [al-Baqoroh 83] Al Quran Surat Al-Isro ayat 23 وَلا تَنْهَرْ هُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا Artinya “Dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia” [al-Isro 23] Al Quran Surat Al-Isro ayat 53 وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ Artinya “Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik benar” [al-Isro 53] Penjelasan Ayat ayat di atas adalah perintah agar kita berkata dengan baik, lembut dan benar atau tidak dusta, dan kesemuanya ini berbicara tentang akhlak dalam ucapan kita kepada manusia. Hal ini telah di contohkan oleh panutan kita Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam yang selalu berkata baik dan benar serta lembut tidak kasar dan tidak membentak. Ayat Tentang Akhlak Dalam Berdebat Al Quran Surat Al-Ankabut ayat 46 وَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ Artinya “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka” [al-Ankabut 46] Penjelasan Ayat di atas berbicara tentang perdebatan dengan ahli kitab, yaitu yahudi dan nasrani, dan Allah Azza wa jalla memerintahkan kepada kita sebagai kaum Muslimin agar berdebat dengan akhlak dan cara yang baik. Karena tujuan debat dengan mereka adalah dalam rangka dakwah agar mereka masuk ke dalam agama yang hak yaitu Islam. Tapi jika ahli kitab tersebut adalah orang yang zalim dan akan memerangi kita, maka lawan dan perangi mereka, agar mereka tunduk, jika mereka masih dengan kekafirannya maka mereka di wajibkan bayar jiziah atau upeti. Tentu ini berbicara di masa kejayaan islam dahulu, dan sebenarnya untuk saat inipun masih berlaku, hanya saja tidak bisa kita memerangi diantara mereka yang zalim, karena kerusakan yang di timbulkan akan lebih besar. Berbeda jika debat tersebut sesama Islam, maka ada aturan aturan tertentu yang butuh penjelasan rinci tentang boleh tidaknya dan juga tentang maslahat dan mafsadatnya, mudah mudahan nanti bisa kami tuliskan artikel khusus tentang debat dalam islam. 10 Ayat Tentang Akhlak Tercela 10 Ayat tentang akhlak tercela ini kami tuliskan dari surat Al Baqarah, berikut ayat ayat yang menerangkan tentang akhlak tercela. 1. Surat Al-Baqarah Ayat 10 فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ Artinya Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta [AL Baqarah ayat 10] 2. Surat Al-Baqarah Ayat 11 وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ Artinya Dan bila dikatakan kepada mereka “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. 3. Surat Al-Baqarah Ayat 14 وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ Artinya Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”. 4. Surat Al-Baqarah Ayat 15 اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ Artinya Allah akan membalas olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. 5. Surat Al-Baqarah Ayat 26 إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ Artinya Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, 6. Surat Al-Baqarah Ayat 34 وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ Artinya Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. 7. Surat Al-Baqarah Ayat 55 وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ Artinya Dan ingatlah, ketika kamu berkata “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”. 8. Surat Al-Baqarah Ayat 59 فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ Artinya Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan mengerjakan yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik. 9. Surat Al-Baqarah Ayat 60 وَإِذِ اسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ Artinya Dan ingatlah ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Makan dan minumlah rezeki yang diberikan Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. 10. Surat Al-Baqarah Ayat 88 وَقَالُوا قُلُوبُنَا غُلْفٌ ۚ بَلْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًا مَا يُؤْمِنُونَ Artinya Dan mereka berkata “Hati kami tertutup”. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman. Kami tambahkan 1 ayat lagi agar lengkap 11, yaitu aurat Al Baqarah ayat 89 berikut 11. Surat Al-Baqarah Ayat 89 وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ Artinya Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon kedatangan Nabi untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. Kesimpulan Ayat ayat tentang akhlak di atas adalah dalil tentang akhlak kepada Allah dan kepada manusia, akhlak kepada Allah adalah akidah akhlak, akhlak dalam ibadah dan akhlak dalam ketundukan kepada apa apa yang di perintahkan dan yang di larang. Akhlak kepada manusia adalah akhlak berupa perbuatan baik kepada sesama, seperti berkata lembut tidak kasar, pemaaf, tidak emosian atau pemarah, memberi dan kebaikan secara umum. Akhlak yang harus menjadi prioritas adalah akhlak kepada Allah, karena dengannya kita menjadi muslim dan dengannya keridhoan Allah akan kita dapatkan. Setelah akhlak kepada Allah kita lakukan selanjutnya perbaiki juga akhlak kita kepada manusia agar hubungan kita baik kepada Allah dan kepada manusia. Demikian semoga bermanfaat bahasan kali ini yang berkaitan dengan ayat al quran tentang akhlak, wallahu a’lam. Baca Juga Hadits Tentang AKhlak dan Penjelasannya Anda sedang mencari informasi seputar hadits tentang aqidah akhlak? Jika iya, maka tepat sekali datang ke artikel ini. Disini kami telah mengumpulkan hadits yang Anda cari tersebut sekaligus dengan penjelasannya. Semoga bermanfaat ya!1. Rasulullah Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlakإِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ“Sesungguhnya aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang luhur.” HR BukhariDalam menetapkan sesuatu, Allah Swt. tentu memiliki maksud dan hikmah tersendiri dalam ketetapan-Nya. Termasuk dalam pengutusan Nabi Muhammad Saw. sebagai rasul di tengah-tengah manusia. Pada hadits ini dengan jelas disebutkan bahwasanya maksud dari datangnya Baginda Saw. adalah untuk menyempurnakan dan menyebarkan akhlak yang mulia ke seluruh penjuru Paling Sempurna Imannyaأَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” HR. TirmidziMungkin Anda sudah mengetahui, ada dua jenis akhlak. Pertama, akhlakul karimah yang artinya akhlak yang baik dan mulia. Tercakup di dalamnya sifat jujur, tawadlu, qana’ah, sabar, penyayang, dan yang semisalnya. Kedua, Akhlakul madzmumah yang artinya akhlak yang tercela seperti dusta, munafik, ingkar janji, hasad, sombong, dan bagi mereka yang baik akhlaknya, maka sebagaimana sabda Nabi Saw. tersebut, ia adalah orang yang paling sempurna imannya. Dan tentu kita paham, bahwa makin tinggi dan sempurna iman, maka akan semakin mendekatkan diri ke surganya Dijamin Mendapatkan Rumah di Surgaأَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ“Aku adalah penjamin sebuah rumah di sekitar taman Surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan walaupun ia benar, penjamin rumah di tengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun ia bercanda, juga menjadi penjamin sebuah rumah di Surga paling atas bagi orang yang memiliki akhlak yang baik.” HR Abu DawudPada hadits ini, disebutkan salah satu keutamaan yang akan didapatkan seseorang yang menghiasi dirinya dengan akhlak terpuji. Apa keutamaannya? Yaitu dia telah dijamin rumah di surga oleh Nabi Saw. Luar biasa sekali bukan?4. Dekat dengan Allahإِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.” HR TirmidziKeutamaan lainnya orang yang bagus akhlaknya adalah mereka akan dekat dengan Allah pada hari kiamat. Ketika kedudukan kita semakin dekat dengan Tuhan Pencipta Alam, tentu bisa hampir dipastikan surga akan dapat mudah diraih, insya Alllah. Karena itu hiasilah diri kita semua dengan akhlak yang Tidak ada Akhlak Buruk pada Orang Berimanعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَصْلَتَانِ لَا تَجْتَمِعَانِ فِي مُؤْمِنٍ البُخْلُ وَسُوءُ الخُلُقِDari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Dua perangai yang tidak akan terkumpulkan pada seorang mukmin, sifat pelit dan akhlak yang buruk.” HR TirmidziPada hadits di atas, Rasulullah menyebutkan dua perangai yang tidak mungkin ada pada seorang mukmin bersama dengan imannya yaitu pelit dan akhlak yang buruk. Karena itu, jika Anda memang merasa seorang mukmin, maka jauhilah sifat pelit dan juga akhlak tercela lainnya seperti dusta, hasad, dan yang Akhlak yang Buruk Dibenci Allahإِنَّ اللهَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ وَمَعَالِيَ اْلأَخْلاَقِ وَيُبْغِضُ سِفْسَافَهَا“Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah hina.” HR Bukhari dan MuslimJika tadi pada hadits-hadits sebelumnya membicarakan keutamaan akhlak yang mulia, maka pada hadits ini disebutkan tentang ancaman yang akan didapatkan oleh mereka yang menghiasi diri dengan akhlak tercela. Ancaman tersebut berupa dibenci oleh Allah. Dan tentu, ketika seseorang sudah dibenci Allah, maka persentase masuk nerakanya akan lebih Pengertian Akidah Islamفَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ….Kemudian ia bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Iman.”Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar…..” HR MuslimHadits di atas merupakan cuplikan dari hadits populer tentang dialog Malaikat Jibril dan Nabi Saw. seputar islam, iman, ihsan, dan hari kiamat. Jika ingin melihat hadits aslinya dapat Anda temukan di kitab Arbain ulama sendiri menyamakan iman dengan akidah islam. Dan disini dengan jelas bahwasanya ia adalah beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari akhir, dan qadla-qadar. Wallaahu A’lamBaca jugaHadits Tentang Makanan dan Minuman HaramMembantu Anda menelusuri informasi seputar kehahalan produk yang beredar di tengah masyarakat. Saat ini sedang menimba ilmu sebagai mahasiswa Fakultas Ushuluddin di Universitas Al-Azhar, Mesir. Ikuti kami di Telegram!

hadits tentang akhlak tercela